C A N T I K A

Kisah seorang anak bernama CANTIKA, ia berasal dari kelurga yang berada dan kaya raya dia tidak pernah kekurangan apapun, ketika Cantika menginginkan sesuatu orang tuanya selalu memberikannya tanpa ada kata nanti, Cantika tidak memiliki saudara dia anak semata wayang, hidupnya bak seorang putri di kerajaan di rumahnya hanya ada seorang pembantu rumah tangga.  Suatu hari sepulang sekolah Cantika menginginkan hand phone yang bisa dia gunakan main game, tanpa menunggu waktu ayah dan ibunya datang membawakan hand phone yang di inginkan Cantika, ibu nya pun berkata� nak semoga hand phone ini akan menjadi temanmu saat kami sibuk kerja seharian� lalu cantika menjawab �ya ma ya pa�.

ilustrasi [pixabay.com]
ilustrasi [pixabay.com]

Keesokan harinya Cantika sepulang sekolah bermain dengan hand phone nya, tak terasa hingga sore Cantika bermain dengan hand phone nya sambil menunggu ayah dan ibunya pulang kerja,  walaupun demikian ia

Malam pun datang selesai belajar Cantika merapikan bukunya, ia pun langsung menuju tempat tidurnya dan tak berapa lama akhirnya ia pun tertidur lelap, papa dan mama nya pulang sekitar jam 11 malam, dan malam pun barganti pagi mama dan papa Cantika sudah berangkat kerja jadi ia tidak dapat bertemu dengan mereka hanya uang saku dan bekal yang cantika liat di atas meja, sungguh parah pikirnya�.

Disekolah pak kepala sekolah menanyakan kenapa mama dan papa nya tidak datang di acara sekolah kemarin? Cantika tidak tau mau jawab apa sedangkan teman-temannya selalu mengejeknya sebagai ��anak batu�yaitu anak yang tak punya orang tua dan yang keluar dari batu, ejekan teman temannya inilah yang bikin Cantika malas ke sekolah apalagi ketika ada pertemuan rutin orang tua tiap bulan nya, ejekan teman-temannya bikin Cantika syok dan berat untuk jalani hari harinya.

Bel pulang sekolah pun berbunyi pak guru memnaggilnya dan memberikan surat undangan untuk mama dan papanya agar hadir di acara pertemuan rutin sekolah,tangan Cantika pun gemetar dan dalam keadaan tak tenang ia pun berjalan menaiki sepedanya. Di saat perjalanan pulang sepeda yang ia kayuh tiba-tiba di serempet mobil

Sudah berjam jam Cantika di rumah sakit papa dan mamanya tak kunjung datang, orang-orang pun mulai meninggalkannya yang masih dalam keadaan pingsan tak sadarkan diri.  Tak berselang waktu cantika pun sadar dan mengetahui kalau kaki nya tak bisa lagi di gerakkan, sungguh malang nasibku mana mama dan papaku lirihnya sedih dan cantika pun menangis hingga tak tau harus berbuat apa, cantika kecewa dan benar benar kecewa pada orang tuanya.  Tak beberapa lama rasa sakit yang dideritanya semakin terasa dan parah, dokterpun telah berbuat banyak agar jiwanya tertolong, namun Tuhan berkehendak lain Cantika dipanggil menghadapNya dengan tenang.  Ia meninggal dunia di pangkuan sang dokter yang sedang merawatnya.

Ketika   kedua orang tua cantika datang kerumah sakit, namun  dokter memberitahu kalau cantika meninggal beberapa menit yang lalu karna luka parah di kepala nya, papa dan mamanya terisak tangis dan menyadari bahwa mereka sudah kehilangan Cantika untuk selama-lamanya.  Papa dan mama Cantika sadar bahwa materi bukan segala galanya, sekarang mereka berdua hanya di temani buku diary tentang curahan hati cantika yang ingin sekali bersama sama mereka.

Post a Comment for "C A N T I K A"