Internal PDI Perjuangan memperlihatkan persaingan Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani menuju Pilpres 2024. Situasi mulai memanas sejak kemunculan relawan Ganjar Pranowo yang sudah 'memanaskan' mesin untuk Pilpres 2024.
Relawan Ganjar mengaku, kemunculan mereka setelah hadirnya relawan Puan Maharani. Situasi makin panas ketika Ganjar Pranowo tidak diundang dalam pengarahan kader untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024. Alasannya, Ganjar dinilai terlalu berambisi menjadi capres.
Nama Ganjar memang selalu muncul sebagai tiga besar survei elektabilitas capres. Sementara Puan masih berada di buntut.
Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiarti menilai, dari segi elektabilitas Ganjar berada jauh di atas kader PDI Perjuangan yang lain. Termasuk Puan Maharani.
"Dari segi elektabilitas, Ganjar memang menjadi kader PDIP yang unggul dan kader lain nampaknya belum mampu mendekati elektabilitas tersebut," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (23/5).
Merdeka.com merangkum hasil survei mengenai elektabilitas keduanya, dari berbagai lembaga survei.
Survei LSI (Januari 2021)
Ganjar Pranowo: 10,6 persen
Puan Maharani: 0,1 persen
Survei SMRC (Februari-Maret 2021)
Ganjar Pranowo: 13,2 persen
Puan Maharani: 5,7 persen
Survei Indikator (Maret 2021)
Ganjar Pranowo: 13,7 persen
Puan Maharani: 1,1 persen
Survei Charta Politika Indonesia (April 2021)
Ganjar Pranowo: 16 persen
Puan Maharani: 1,2 persen
Menurutnya, elektabilitas menjadi modal awal yang mumpuni bagi Ganjar untuk melangkah menuju capres.
"Situasi ini menjadi starting point baik untuk Ganjar, kalau dia mau serius maju kepada langkah politik selanjutnya ke pemilu 2024," ucapnya.
Tingginya angka elektabilitas bukan hanya peluang bagi Ganjar. Melainkan juga modal bagi PDIP.
"Termasuk juga PDIP jika merasa Ganjar adalah calon yang tepat bagi partainya, maka PDIP bisa menyalurkan fokus dan energinya pada pencalonan Ganjar sejak mula," ucapnya.
Di satu sisi, tingginya elektabilitas Ganjar bisa menjadi problem bagi kader PDIP lainnya. Terutama setelah memanasnya persaingan antar kader internal PDIP.
"Posisi Ganjar yang terlampau kuat di ruang publik bisa menjadi problem bagi calon lain dari internal partai, karena akan semakin sulit mengalahkannya, apalagi dalam pilpres langsung, hal yang sangat menentukan bagi kandidat adalah popularitas calon di mata publik, oleh karena itu, jegal menjegal antar calon bisa sangat mungkin berlangsung, baik antar politisi sesama partai ataupun antar partai," jelasnya.
Namun, Aisah menilai peta perpolitikan masih sangat mungkin berubah. Calon yang akan mengantongi tiket capres masih belum dapat dipastikan saat ini.
"Yang berpeluang mendapat tiket, saya kira belum dapat dipastikan hari ini karena lagi-lagi tergantung peta dan dinamika politik menjelang 2024 nanti, termasuk tergantung popularitas tokoh, rivalitas pencalonan antar partai, dan aturan pemilu," ucapnya.[merdeka.com]

Post a Comment for "Analisis Kuatnya Elektabilitas Ganjar dan Persaingannya dengan Puan Maharani"